preeklamsia dan eklamsia, Waspada keracunan kehamilan

plgf-drg

Biozatix-News : Informasi Populer Sains Teknologi dan Kesehatan

Tugas mulia seorang perempuan salah satunya adalah saat menjadi seorang ibu serta menjaga kesehatan kehamilannya agar sang janin berkembang dengan baik selama proses kehamilan tersebut berlangsung. Namun demikian ada saat – saat di mana suatu proses kehamilan tak semulus yang diharapkan. Sebagai contoh adalah timbulnya penyulit disaat kehamilan, antara lain keracunan kehamilan yang disebut dengan Eklampsia. Kejadian Eklampsia pada kehamilan ini menempati urutan kedua setelah perdarahan sebagai penyebab kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Kejadian eklampsia ini sebenarnya dapat teratasi dengan baik bila ditemukan sejak dini, yakni dengan pengenalan tanda – tanda atau gejala pada ibu hamil yang mengarah pada preeklampsia baik yang ringan maupun yang berat.

Apakah eklampsia itu ?

Eklampsia adalah suatu keadaan dimana ibu hamil mengalami kejang dan sebelumnya didahului dengan adanya tanda dan gejala dari preeklampsia.

Apa saja tanda dan gejala dari preeklampsia tersebut?

Tanda dan gejala dari preeklampsia ini merupakan suatu rangkaian tanda dan gejala yang khas dan dapat dengan mudah dikenali oleh ibu maupun keluarga, antara lain sebagai berikut: Pada saat usia kehamilan memasuki lima bulan atau lebih Ibu hamil mengalami kenaikan tekanan darah > 140/ 90 mmhg, wajah, tangan dan kaki bengkak, penambahan berat badan yang sangat cepat, diikuti keluhan nyeri kepala hebat, mata berkunang – kunang, nyeri ulu hati dan keluhan nafas sesak. Untuk memastikan apakah keluhan ibu hamil tersebut merupakan tanda dan gejala dari preeklampsia maka ibu hamil wajib segera mengunjungi dokter kandungan maupun bidan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terutama memeriksa kadar protein dalam air seni ( urine ) ibu hamil.
Apakah penyebab dari preeklampsia atau eklampsia tersebut ?
Dalam teori dikemukakan beberapa penyebab terjadinya preeklampsia, namun penyebab pastinya masih belum diketahui. Beberapa kondisi berikut ini merupakan sebagian dari faktor pencetus terjadinya preeklampsia. Yakni ;

  1. Kehamilan kembar,
  2. Ibu menderita Penyakit Kencing manis ( diabetes ),
  3. usia ibu diatas 35 tahun,
  4. pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya,
  5. ada riwayat keturunan dari orangtua ( ibu )pernah mengalami preeklampsia,
  6. ibu hamil dengan kehamilan anggur ( molahidatidosa ),
  7. perempuan yang terlalu sering melahirkan dan faktor psikologis misalnya kehamilan yang tidak diharapkan, dan sebagainya.

Setelah dokter atau bidan memeriksa seorang ibu hamil yang diduga mengalami preeklampsia maka dalam pemeriksaan lebih lanjut akan ditentukan apakah termasuk kriteria preeklampsia ringan atau berat. Pada ibu hamil dengan preeklampsia berat akan dirawat dirumah sakit dan dalam pengawasan ketat dari dokter kandungan maupun bidan.
Mengapa ibu hamil dengan preeklampsia berat tidak boleh rawat jalan?
Karena kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa ibu maupun janin dalam kandungan. Selama perawatan ibu hamil dengan preeklampsia berat harus istirahat berbaring total diatas tempat tidur, dipantau secara ketat tekanan darah dan kadar protein dalam air seni ( urine ),mendapat pengobatan untuk mengatasi keracunan kehamilan serta pemantauan keadaan detak jantung bayi.

Apa saja resiko yang mungkin dapat terjadi bila seorang ibu hamil mengalami preeklampsia? Bila selama pemantauan kehamilan dengan preeklampsia ternyata seorang ibu hamil tidak mengalami perbaikan atau kondisinya mengarah pada terjadinya eklampsia, maka dokter akan memutuskan untuk mempercepat proses persalinan dengan pertimbangan bayi dianggap cukup mampu bertahan hidup bila dilahirkan. Beberapa pertimbangan tersebut antara lain usia kehamilan ibu dan tafsiran berat badan bayi. Proses persalinan akan diputuskan oleh dokter kandungan melalui operasi caesar maupun secara normal ( tergantung kondisi ibu dan janin dalam kandungan ) Mengingat banyak bayi yang terpaksa harus terlahir prematur pada kasus ibu dengan preeklampsia berat, maka hal ini juga perlu menjadi pertimbangan keluarga sedini mungkin mengenai kemungkinan perawatan bayi dalam inkubator ( penghangat ) setelah bayi lahir.

selama hamil terutama dengan preeklampsia berada dalam pengawasan bidan dan dokter serta teratur memeriksakan kehamilan maka tak perlu cemas. Yang terpenting bila ibu hamil sebelumnya mempunyai riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung atau penyakit ginjal, maka perhatikan diet yang telah ditetapkan oleh dokter atau bidan bila perlu konsultasi dengan bagian gisi. Ibu hamil dengan preeklampsia tak perlu cemas dengan keadaan kehamilan yang sedang dijalani, kecemasan yang berlebihan justru akan menambah stres dan menaikkan tekanan darah ibu. Jangan takut bila sudah berada dalam pengawasan dokter dan bidan juga didukung oleh keluarga semoga semua berjalan dengan baik dan dalam lindungan Tuhan.

Waspada keracunan kehamilan (preeklamsia dan eklamsia)