Biopsi setelah periksa payudara, perlukah????

biopsi

Biozatix-News : Informasi Populer Sains Teknologi dan Kesehatan

Semua benjolan mencurigakan setelah diperiksa melalui Mammografi (MMG) atau Ultrasonografi (USG) biasanya akan diperiksa melalui prosedur biopsi. Namun seberapa penting prosedur biopsi dalam pemeriksaan kecurigaan kanker payudara?

Dokter biasanya akan mereferensikan tindakan biopsi untuk mengetahui apakah itu tumor jinak atau ganas. Tapi tak sedikit pasien yang menolak dilakukannya biopsi, karena informasi yang beredar menyebutkan tindakan biopsi justru membuat tumor jinak menjadi ganas. Tak hanya itu, banyak pasien membayangkan tindakan mengambil jaringan atau biopsi ini pun akan berlangsung menyakitkan. Benarkah semua pendapat ini? Seberapa penting biopsi dilakukan untuk pengobatan tumor dan kanker?

biopsi perlu dilakukan untuk menghilangkan rasa ketidakpastian pasien. Meskipun beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan 80 persen dari hasil biopsi ternyata negatif atau tidak ditemukan sel kanker.

Biopsi terbagi dua, terbuka dan tertutup. Terbuka maksudnya tidak ada bekas luka atau sayatan. Sedangkan tertutup tidak ada sayatan, luka minimal dan tanpa nyeri sehingga nyaman bagi pasien.

Biopsi juga terbagi menjadi tumor teraba (Palpabe) dan tidak teraba (Non-Palpabe). Untuk tumor teraba, prosedur dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan open surgery (operasi terbuka) seperti frozen section yang kini sudah banyak ditinggalkan karena selain biaya yang mahal, pasien akan dibuat cemas karena harus dibius total. Kedua, closed (Needle) atau biopsi jarum halus dinilai lebih efektif karena selain tidak meninggalkan bekas sayatan, pasien hanya membutuhkan waktu 5-10 menit untuk mengetahui dirinya terkena kanker atau tidak.

Sementara biopsi tidak teraba (Non-Palpabe) bisa dilakukan dengan prosedur Hook Wire LBiopsi akan menjadi rujukan pertama untuk memformulasikan pengobatan.”

Di beberapa kasus, biopsi juga dibarengi dengan tindakan kedokteran untuk melumpuhkan ruang gerak sel tumor. Pada beberapa kasus langsung melakukan cryosurgery setelah biopsi. Kasus kanker payudara misalnya. Sewaktu jarum biopsi masuk mengambil jaringan akan dibarengi dengan jarum cryosurgery untuk langsung mematikan sel tumor dengan pembekuan -160 derajat celsius.

Tindakan biopsi yang dibarengi dengan cryosurgery ini akan memperkecil risiko pembengkakan pasca biopsi dan sekaligus menekan risiko peningkatan tumor untuk menjadi lebih besar. Sebab tindakan cryosurgery juga memicu tubuh melipatgandakan jumlah sel imun untuk mematikan sel-sel tumor.

Jadi, ketika dokter meminta Anda untuk melakukan biopsi, redamlah rasa takut demi mengetahui jenis sel tumor apa yang ada dalam tubuh sehingga dokter bisa mengantarkan Anda pada proses kesembuhan lebih cepat.

Biopsi setelah periksa payudara, perlukah????
Tagged on: