Bagaimana Test DNA Forensik bekerja??

| November 17, 2016 | 0 Comments

Bagaimana Test DNA bekerja??

pengujian DNA adalah alat yang ampuh untuk identifikasi dan memiliki banyak aplikasi praktis.

penggunaan umum meliputi:

  • pengujian orangtua – untuk menentukan apakah seseorang adalah orang tua kandung dari anak
  • pengujian forensik – membantu mengenali tersangka atau korban dalam investigasi kriminal
  • Terapi gen – untuk menguji   janin untuk kondisi genetik atau cacat lahir
  • Silsilah genetik – untuk mengetahui lebih lanjut tentang keturunan seseorang

Apa itu DNA?

  • DNA adalah molekul  pembawa kode genetik dan menentukan sifat-sifat dari warna mata untuk aspek kepribadian kita.
  • Berbentuk double helix (seperti tangga)
  • Anak tangga yang terbuat dari empat pasang molekul yang disebut nukleotida
  • Adenin (A) dan timin (T) selalu obligasi bersama-sama sebagai pasangan, seperti halnya sitosin (C) dan guanin (G)

99,9% DNA dari dua orang akan sama.0,1% dari urutan kode DNA yang bervariasi. urutan ini disebut penanda genetik, dan merupakan bagian dari kode yang digunakan para ilmuwan forensik saat melakukan tes DNA.

kembar identik adalah satu-satunya orang yang memiliki penanda genetik yang identik. Namun, lebih terkait erat dua orang, semakin besar kemungkinan bahwa beberapa penanda genetik mereka akan mirip.

Kunci untuk tes DNA adalah mengetahui ke mana harus mencari miliaran huruf kode genetik untuk menemukan penanda genetik yang akan mengidentifikasi persamaan atau perbedaan antara orang-orang penting.

Bagaimana tes DNA bekerja?

Analisis forensik dan genetik bertujuan mencari kesamaan dalam penanda genetik antara dua sampel biologis. Karena semua sel dalam tubuh mengandung persis DNA yang sama, sampel dapat diambil dari hampir di mana saja dalam tubuh, termasuk kulit, folikel rambut, darah dan cairan tubuh lainnya.

Seorang ilmuwan forensik mungkin diminta untuk membandingkan DNA dari sel-sel kulit yang ditemukan di bawah kuku dari korban serangan, dengan DNA dari sampel darah yang diambil dari tersangka potensial.

Pertama-tama, DNA yang diisolasi dari sel-sel dan jutaan salinan yang dibuat menggunakan metode yang disebut ‘reaksi berantai polimerase’, atau PCR.

Bagaimana keakuratan tes DNA?

Steve Jones menjelaskan kekuatan pengujian DNA

Keakuratan tes DNA memiliki implikasi besar. Tes DNA kadang-kadang satu-satunya bukti untuk membuktikan bahwa tersangka terlibat dalam kejahatan, atau seseorang bebas yang telah salah dihukum.

Sumber: http://www.bbc.co.uk/science/0/20205874

Tags: , , , ,

Category: alat Laboratorium, Cell Extraction Reagent, Molecular Diagnostic, molecular reagent

About the Author ()

Leave a Reply